Rabu, 19 September 2012
Kuliah, sarapan syarat wajib!
It was...
Rabu tanggal 19 september 2012
jam 08:29
sekarang lagi pelajaran Metode Pendataan dan Informasi perencanaan, kita lagi belajar gis (geographic Information System), tadi masuk jam setengah 8, kondisi belum sarapan, tapi udah minum teh manis,
rasanya.... begitulah,, takut perutnya bunyi nih, huhu
laperrrrr...
ni kuliah 3 sks pula. sabar deh sabar, minggu depan ga lagi lagi deh bangunnya siang (contoh buruk, sangat buruk), pokoknya harus udah sarapan!
perut kembung, pingin sendawa terus, ---___---
tobaat deh...
ini sambil dengerin dosen ngomong, buat ngalihin perhatian perut yang laper yaudah nulis aja, haha semoga bisa melupakan perut yang laper yah haha sesuatu.
temen sebelah malah ngira aku lagi nulis apa yang bapak dosen omongin, haha ini font nya aku kecilin sekecil kecil nya biar ga kebaca yg lain, ampun deh, rempong bgt dah kuliah belum sarapan. hahahahahahahaahahahahahahahah
suatu ketika, terjadi percakapan di luar topik perkuliahan :
bapaknya bilang pake hotspot teknik, tapi itu bukan 'tekinet'(hotspot teknik), tapi hotspot yang sipil(jts), huhu,,,
(D/dosen, M/mahasiswa)
D : udah pada connect kan ya?
M: ga bisa conek pak
D : loh kok saya bisa konek ?
M : itu bapak pake jts(hotspot sipil) pak
D : loh ini saya pake tekinet(hotspot teknik),
M : gak bisa pak, tekinet ga banyak sinyalnya di sini
D : ini saya bisa conek
M : iya pak itu bapak pake jts conek nya -_-
D : oooooooh....berarti saya masuk lewat jts ya..
M : iyaaaaaaaaaaaah!!!!!!
D : kamu klo jts kan ga punya PS nya ya
M : iya pak T-T
D : ooh tekinetnya ga bisa, sinyalnya kuat tapi ga bisa ya kalo di sini..
M : (hening)
D : yaudah kita urusin excelnya sajah......
M : ok paaaaak!
perkuliahan pun berlanjut~
butuh konsentrasi penuh nih udah dulu curhatnya deh, hehe
wassalam
:D
Minggu, 16 September 2012
Cita-cita harus punya
It was......
Solo,
Jumat, 14 September 2012
09:27 WIB
Aku sedang bertugas mencetak surat keluar untuk media masa (untuk acara semnas pu-pwk uns). Hari ini kuliah sangat singkat, sebenarnya ada dua mata kuliah di jadwal hari ini, akan tetapi yang satu kosong karena dosennya berhalangan hadir, lalu yang satu lagi hanya sekedar tatap muka pertama, belum masuk lebih jauh ke materi kuliah.
Di kuliah pertama tadi (Mata kuliah Etika profesi) sempat disinggung, Setiap orang harus punya cita-cita, namun kedepannya, apakah kita akan benar-benar ditakdirkan untuk mencapai cita-cita tersebut atau ada profesi lain yang lebih baik untuk kita.
Sepertinya itu saja.
Posisi tempat ternyata menentukan mood untuk menulis ya.
haha.
:D
Solo,
Jumat, 14 September 2012
09:27 WIB
Aku sedang bertugas mencetak surat keluar untuk media masa (untuk acara semnas pu-pwk uns). Hari ini kuliah sangat singkat, sebenarnya ada dua mata kuliah di jadwal hari ini, akan tetapi yang satu kosong karena dosennya berhalangan hadir, lalu yang satu lagi hanya sekedar tatap muka pertama, belum masuk lebih jauh ke materi kuliah.
Di kuliah pertama tadi (Mata kuliah Etika profesi) sempat disinggung, Setiap orang harus punya cita-cita, namun kedepannya, apakah kita akan benar-benar ditakdirkan untuk mencapai cita-cita tersebut atau ada profesi lain yang lebih baik untuk kita.
Sepertinya itu saja.
Posisi tempat ternyata menentukan mood untuk menulis ya.
haha.
:D
MENUJU PERENCANAAN KOTA KOMPREHENSIF MELALUI PENINJAUAN KEMBALI TATA RUANG
ALFARIANI PRATIWI
ABSTRACT
Comprehensive city planning shows that the
form which has the highes
status, most complex, and this is the most difficultanalytical
onseptual and covers all the
main elements of the city that determines not only one but
all the activities currently being carried
out anddevelopment for the future. Strategic planning is planning for the city as a
whole, which not only covers
one or several functions. Zoning should be
reviewed in total for comprehensive urban planning materialized. By evaluating the city planning, the development of comprehensive city planning can be seen.
Keywords
: Comprehensive Planning, Comprehensive City Planning, Evaluating City Planning.
PENDAHULUAN
Perencanaan tata ruang dapat diartikan sabagai suatu
kegiatan merencanakan pemanfaatan potensi dan ruang perkotaan serta
pengembangan infrastruktur pendukung yang dibutuhkan untuk mengakomodasikan
kegiatan yang diinginkan baik sektor ekonomi maupun sektor lainnya.
Rencana tata ruang disusun dengan perspektif menuju
keadaan pada masa depan yang diharapkan, bertitik tolak dari data, informasi,
ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dipakai, serta memperhatikan
keragaman wawasan kegiatan tiap sektor, perkembangan masyarakat dan lingkungan
hidup berlangsung secara dinamis, ilmu pengetahuan dan teknologi yang
berkembang seiring dengan berjalannya waktu.
Kegiatan
evaluasi Rencana Tata Ruang tidak terlepas dari kegiatan penyusunan rencana
ataupun kegiatan revisi, karena didalam suatu mekanisme penanganan rencana tata
ruang yang utuh, kegiatan tersebut satu dengan lainnya merupakan satu
sikuensis, dimana output kegiatan yang satu akan merupakan input bagi kegiatan
lainnya. Evaluasi adalah
suatu proses pengambaran, pengumpulan informasi dan menyajikannya untuk sebagai
bahan penilaian, pertimbangan, dalam memutuskan suatu kebijakan atau keputusan.
Prosesnya tetap harus berlanjut sampai kemungkinan untuk merevisi kembali
apabila terdapat adanya kesalahan.
·
Tujuan Evaluasi.
a. Kegiatan
yang dilakukan untuk mengukur, membandingkan dan menilai sesuatu yang telah
dijadikan sebagai keputusan, dan yang telah di kerjakan atau dilakukan, dengan
melihat standar-standar ukuran yang dijadikan tolak ukur baik atau buruk,
berhasil atau tidak berhasil.
b. Kegiatan
tindak lanjut dari hasil kegiatan (keputusan) akan dari keputusan yang telah
diambil dan dikerjakan sebelumnya.
·
Proses dan Teknik Evaluasi.
Setiap keputusan
yang telah disepakati dan yang akan dikerjakan sesuai dengan program kerja
tentunya harus melewati suatu proses untuk mencapai tujuan dan misi. Tetapi di
dalam melakukan suatu kegiatan belum tentu sesuai dengan keinginan, hal
tersebut dapat terjadi kapan dan di mana saja karena beberapa faktor seperti :
sumber daya manusia yang tidak siap baik secara kualitas maupun kuantitas,
kurangnya data yang dikumpulkan dan kurangnya sarana dan prasarana yang
mendukung, sehingga diperlukan manejemen dan teknik evaluasi untuk meminimalkan
kesalahan yang akan terjadi.
Secara garis
besar proses evaluasi dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
· Persiapan.
· Pelaksanaan.
· Evaluasi.
Dari ketiga
proses diatas dapat diketahui tugas yang diprioritaskan, selanjut mengerjakan
tugas yang perlu untuk mendukung pencapaian tujuan dengan berdasarkan dari
hasil revisi, sehingga visi dan tujuan dari hasil keputusan dapat sesuai dengan
harapan .
Oleh karena itu, agar rencana tata ruang yang telah
disusun itu tetap sesuai dengan tuntutan pembangunan dan perkembangan keadaan,
rencana tata ruang harus ditinjau kembali (dievaluasi) atau disempurnakan secara berkala
demi perencanaan yang komprehensif.
Evaluasi atau
Peninjauan Kembali Tata Ruang
Tata Ruang Harus
Evaluasi Total. Hal ini ditinjau saat merumuskan Rencana Tata Ruang Wilayah
(RTRW), Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) serta peraturan zonasi, yang tidak
pernah melihat kondisi eksisting serta mempertimbangkan perkembangan
masyarakat. Tidak pernah ada kajian secara serius dan mendalam tentang tata
ruang, atau memang ada pelanggaran di dalamnya. Izin peruntukan yang selama ini
ditangani Dinas tata Ruang harus segera dicabut. Jika itu terus terjadi hingga
diketoknya Perda RTRW, dikhawatirkan, hasil rumusan tata ruang yang akan mengikat
seluruh masyarakat, hanya akan menjadi produk hukum sepihak yang dipaksakan.
Faktor yang menentukan dan menjadikan kegoiatan
peninjauan kembali rencana tataa ruang menjadi suatu aktivitas yang penting
untuk dilakukan secara bekala dalam proses penataan ruang adalah karena adanya
kemungkinan perubahan atau ketidaksesuaian atau adanya penyimpangan yang
mendasar antara rencana dengan kenyataan yang terjadi dilapangan, baik karena
faktor internal, maupun faktor eksternal.
a.
Faktor Eksternal
i.
Adanya perubahan dan/atau penyempurnaan peraturan atau rujukan sistem penataan
ruang.
ii.
Adanya perubahan kebujaksanaan pemanfaatan ruang atau sektoralm kawasan
perkotaan yang berdampak pada pengalokasian kegiatan
pembangunan yang memerlukan ruang berskala besar.
iii.
Adanya ratifikasi kebijaksanaan global yang mengubah paradigma sistem
pembangunan pemerintah serta paradigama perencanaan tata ruang.
iv.
Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat dan seringkali
radikal dalam hal pemanfaatan sumberdaya alam meminimalkan kerusakan
lingkungan.
v.
Adanya bencana alam yang cukup besar sehingga mengubah struktur dan pola
pemanfaatn ruang, dan memerlukan relokasi kegiatan budaya maupun lindung yang
ada demi pembangunan pasca bencana.
b.
Faktor Internal
i.
Rendahnya kualitas Rencana Tata Ruang Perkotaan yang dipergunakan sebagai acuan
untuk penertiban perizinan lokasi pembangunan, sehingga kurang dapat
mengoptimalisasikan perkembangan dan pertumbuhan aktivitas sosial ekonomi yang
cepat dan dinamis;
ii.
Rendahnya kualitas ini dapat disebabkan karena tidak diikutinya proses teknis
dan prosedur kelembagaan perencanaan tata ruang.
iii.
Terbatasnya pengertian dan komitmen aparat yang terkait dengan tugas penataan
ruang, mengenai fungsi dan kegunaan Rencana Tata Ruang dalam pelaksanaan
pembangunan:
iv.
Adanya perubahan atau pergeseran nilai/norma dan tuntutan hidup yang berlaku
didalam masyarakat.
v.
Lemahnya aparatur yang berwenang dalam bidang pengendalian pemanfaatan ruang.
Kegiatan
evaluasi
a. Tahap Persiapan
Pada
tahap persiapan, kegiatan ini merupakan penunjang untuk pelaksanaan evaluasi atau
peninjauan kembali melalui beberapa kegiatan untuk mengumpulkan data dan
informasi yang dibutuhkan. Kegiatan evaluasi atau peninjauan kembali ini
meliputi :
- Pengumpulan
data dasar berupa peta ataupun data numerik
- Penyiapan
penggunaan lahan terakhir
- Penyiapan
peta-peta rencana
- Mengumpulkan
peta-peta kebutuhan analisis
- Menyiapkan
peta distribusi penduduk
- Peta
jaringan jalan
- Peta
batas administrasi desa dan kecamatan
- Peta
jaringan utilitas
b. Tahap Pelaksanaan
Pada
tahap pelaksanaan, peta-peta yang menunjukkan kondisi eksisting tersebut
digunakan sebagai bahan bandingan Rencana Tata Ruang yang akan dievaluasi atau
ditinjau kembali. Dari pembandingan kedua peta tersebut, kemudian dilakukan
penilaian penyimpangan yang terjadi dengan menggunakan prosedur dan metoda
penilaian atau perhitungan yang akan digunakan. Dalam penilaian penyimpangan
yang terjadi melalui prosedur dan teknik yang telah ditetapkan, perlu ditambahkan
keterangan sebab terjadinya penyimpangan, seperti, adanya prioritas yang
berbeda; strategi pembangunan yang berubah, misalnya adanya areal lahan yang
tidak dapat dibebaskan sehingga mengakibatkan dipindahkannya lokasi proyek;
kondisi tanah yang tidak sesuai yang tidak terliput pada waktu penyusunan
rencana; adanya program pembangunan dari pusat yang berskala besar.
c. Tahap Analisis
Pada
tahap analisis, untuk menghasilkan nilai analisisnya dilakukan melalui
perhitungan penyimpangan setiap aspek dan selanjutnya dijumlahkan nilai seluruh
aspek yang menyimpang untuk kemudian dihitung rat-ratanya. Hasil rata-rata akan
memberi makna besarnya tingkat penyimpangan suatu rencana dengan kondisi
eksisting. Nilai tersebut kemudian dibandingkan dengan klasifikasi nilai untuk
rekomendasi yang telah ditetapkan, untuk mengetahui kebijaksanaan apa yang
harus diusulkan dari hasil evaluasi ini.
d. Penyusunan rekomendasi
Penyusunan
rekomendasi akan sangat bergantung pada besaran nilai dari hasil analisa. Hasil
evaluasi, pada dasarnya akan merekomendasikan 3(tiga) kemungkinan, yaitu :
- Rencana
Tata Ruang tidak perlu perubahan, karena masih dianggap valid untuk
digunakan sebagai alat pengendalian pemanfaatan ruang;
- Rencana
Tata Ruang perlu direvisi sebagian, karena beberapa kawasan sudah
mengalami perubahan fungsi;
- Rencana
Tata Ruang perlu direvisi total dalam arti Rencana Tata Ruang yang baru
perlu disusun ulang, karena rencana yang telah ada tidak dapat lagi
digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan, khususnya dalam hal
pengendalian pemanfaatan ruang kota.
PENUTUP
Beberapa
kriteria dan cara penilaian evaluasi Rencana Tata Ruang yang dapat dilakukan
yaitu struktur pemanfaatan ruang, yaitu dengan menghitung persentase luas
masing-masing jenis penyimpangan terhadap kawasan yang direncanakan. Faktor
pendukung munculnya konflik dalam perencanaan yang menuju kea rah komprehensif
salah satunya pengambilan keputusan secara politik dan ekonomi yangberbeda
antar kelompok.
Penentuan
kriteria dan tata cara penilaian dalam evaluasi bertujuan untuk menghasilkan
rumusan kebijaksanaan akibat terjadinya penyimpangan pelaksanaan Rencana Tata
Ruang. Kebijaksanaan yang dimaksud akan menyangkut apakah Rencana Tata Ruang
berdasarkan evaluasi perlu direvisi atau tidak dan kapan Rencana Tata Ruang
tersebut perlu disusun ulang walaupun masa berlaku rencana tersebut belum
habis.
Beberapa
kriteria dan cara penilaian evaluasi Rencana Tata Ruang yang dapat dilakukan
antara lain :
a. Struktur
Pemanfaatan Ruang
b. Stuktur Utama
Tingkat Pelayanan
c. Sistem Utama
Transportasi
d. Sistem
Jaringan Utilitas
Penyimpangan-penyimpangan
yang terjadi pada beberapa aspek dikumulatifkan sehingga diperoleh hasil akhir
penyimpangan. Dengan kriteria yang telah ditetapkan, maka hasil akhir dari
evaluasi Rencana Tata Ruang ini akan memberikan rekomendasi sebagai berikut :
- Jika penyimpangan < 20%, maka revisi tidak
perlu dilakukan
- Jika penyimpangan antara 20 – 50%, maka perlu
dilakukan revisi sebagian
- Jika penyimpangan > 50%, maka perlu
dilakukan revisi total
Perencanaan
tata ruang kota yang komprehensif lingkupnya sangat luas dan sifatnya lebih
inklusif dari pada perencanaan subsistem yang memadukan beberapa fungsi atau
kegiatan pemerintah kota yang berkaitan erat satu sama lain.Perencanaan secara
komprehensif pada masa yang akan datang akan mencakup adanya sebuah badan
perencanaan kota yang mewadahi berbagai informasi yang terkait, jenis-jenis
perencanaan yang punya hubungan erat yang dilakukan oleh semua bagian dari
aparat pemerintah kota.
DAFTAR
RUJUKAN
Catanese, Anthony, J
.1989. Perencanaan Kota. Jakarta:
Erlangga.
Branch, Melville, C.1995. Perencanaan
Kota Komprehensif. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Bataviase. 2011. Tata ruang Harus Evaluasi Total. Evaluasi Rumusan Tata Ruang).(http://plansarenothing.blogspot.com/2011/06/v-behaviorurldefaultvml-o.html,
diakses Minggu, 27 November 2011, jam 11:00)
Tello,Camp
. 2011. Teknik Evaluasi Perencanaan. Perlunya
Dilakukan Evaluasi/ Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang. (http://pwk45mks.blogspot.com/,
diakses Minggu, 27 November 2011, Jam 11:15)
Nugroho,Akbar.
2011. Kedudukan Evaluasi dalam Rencana Tata Ruang. Evaluasi dalam Rencana
Selasa, 11 September 2012
Sabar deh
Judul nya ambigu nada baca nya, tapi bingung lagi mau ngasih judul apa, maksudnya sih, yaa, coba deh, kita sabar dulu. hm,, yak, mungkin kurang lebih seperti itu..
Rabu, 30 Mei 2012
Time will tell
Hari kelulusan tiba. Murid-murid terlihat
dengan berbagai ekspresi di wajahnya.
Di suatu sudut sekolah.
“Rey, matematika kita sempurna!”.
“Rey, kita akan masuk SMA yang sama kan?”
Hari penerimaan siswa SMA baru pun tiba.
Murid-murid berebut mengantri di depan sebuah papan pengumuman yang berisikan
nama-nama siswa yang diterima di salah satu SMA terfavorit pada zamannya.
“Rey, kita berpisah”.
“Rey, aku akan sering ke ruang kelas mu.”
Satu tahun pertama di SMA telah terlewatkan.
Akhirnya para siswa menerima pengumuman mengenai kelas penjurusan. Ada beberapa
yang memilih untuk pindah program kelas.
“Ah! Rey! Kita satu kelas!”
Tahun kedua dan ketiga sudah tidak ada lagi
perubahan kelas. Siswa sudah harus berfokus pada kelas jurusannya
masing-masing.
“Ra, aku butuh bersosialisasi di program kelas
ini, bantu aku ya.”
“Ra, apa mereka bisa menerima ku apa adanya,
tanpa melihat asalku?”
“Ra, rupanya duniamu di sini sangat
menyenangkan untukmu ya”
“Ra, bisakah kita berbicara sebentar?”
Setengah tahun yang kedua di SMA telah
terlewatkan.
“Rey, ada masalah apa? Kenapa diam?”
“Rey, kenapa seperti ini?”
“Rey...”
Memasuki tahun ketiga, siswa sudah seharusnya
tidak lagi bermain-main karena ujian sudah semakin dekat.
“Rey, bukan ini yang aku inginkan”
“Rey, maaf”
“Ra, dalam persahabatan memang akan selalu ada
ujian, kita lah yang harus bisa menyikapinya dengan tepat.”
Kelulusan pun tiba. Perpisahan terasa sangat
mengharukan. Mereka semua kini berpisah meniti jalannya masing-masing.
“Rey, kini kita benar-benar berpisah dengan
jarak yang jauh.”
“Ra, jarak bukanlah suatu masalah besar.
Sambutlah kedewasaan di depan sana”
“Rey, terimakasih”
Gelar mahasiswa kini melekat pada mereka
menggantikan gelar siswi. Mereka pun semakin dekat dengan impian mereka
masing-masing.
Sabtu, 26 Mei 2012
Biru turquoise
Kala itu matahari sangat semangat memberikan sinarnya pada makhluk di bumi. Pancaran sinarnya sampai hingga menyerap pada kulit ini. Panas nya terasa menyelinap masuk hingga ke lapisan kulit ari. Puluhan kendaraan berbaris rapih seperti sedang mengantri untuk sesuatu, sesekali kendaraan-kendaraan itu jalan maju untuk menghapus jarak kosong yang ada dengan kendaraan di depannya. Kepulan asap menyebar disekitarnya. Kebisingan suara klakson semakin menghidupkan suasana di siang terik itu.
Aku dengan segelas jeruk nipis dingin tengah duduk tenang menyaksikan pemandangan di luar dari sebuah jendela restoran yang tidak jauh dari jalan raya. Sesekali ku alihkan pandangan ku pada layar laptop yang berisi tulisan ku yang belum kuselesaikan. Saat mulai mengadukan jari-jemariku pada keyboard dan menuangkan ide-ide di pikiranku yang sejak tadi ingin melonjak keluar, tiba-tiba saja, PRANG!~ suara itu memecahkan keheningan suasana di tempat makan favoritku saat waktu istirahat kerja. Tidak lama kemudian disusul dengan suara teriakan seseorang yang jika didengar dari nada bicaranya, seseorang itu sedang marah. Seketika restoran itu menjadi ramai. Seorang pelayan terdengar mengemis minta maaf dengan nada yang sangat ketakutan namun disambut dengan hentakkan kasar dari orang yang berteriak tadi. Suasana makin ribut. Hingga kulihat seorang laki-laki berbadan tinggi besar dengan jas warna hitam pekat, dasi bermotifkan zebra, celana kain dengan potongan agak jadul, serta sepatu hitam mengkilap yang terlihat mencolok. Lalu terjadi percakapan antara pelanggan yang marah dengan laki-laki itu. Tidak lama kemudian keributan pun meredam. Entah siapa laki-laki itu dan apa yang diperbincangkannya. Setelah semuanya dirasa membaik laki-laki itu pun pergi meninggalkan si pelanggan. Ia melewati tempat di mana aku duduk. Sekilas aku melihat wajahnya. Terlihat angkuh dan menyebalkan. Mungkin dia bos dari restoran ini. Ah, lebih cocok sebagai seseorang yang berpura-pura menjadi bos pikirku. Tanpa menghiraukan itu lagi, aku menutup laptopku dan meneguk minumanku sampai habis. Jam tangan yang melekat di lengan kiriku meletakkan jarum pendeknya ke angka 1. Aku pun bergegas kembali bekerja.
Memasuki ruangan dingin dengan meja, kursi, dan lemari kecil yang tertata sedikit berseni. Rasanya kejadian tadi masih melekat pada pikiranku, bahkan sosok lelaki itu masih terbayang. Hal yang tidak penting dan seharusnya tidak sampai teringat hingga ruang kerjaku. Aku pun kembali fokus bekerja.
Tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk pintu ruanganku. Segera aku mempersilahkan masuk. Muncul seorang wanita dewasa dengan mengenakan jas abu-abu dan bawahan rok span yang tersetrika sempurna, suara ketukan sepatu haknya menghentak hentak di ruangan. Di tangannya terlihat selembar kartu, semacam kartu undangan ulang tahun atau semacamnya berwarna biru turquoise. Segera ia meletakkan kartu tersebut di mejaku lalu keluar. Rupanya sebuah undangan. Ah, biar ku buka nanti saja. Paling-paling undangan peresmian gedung baru pikirku.
Hari memasuki sore, jam dinding terus berdetak dan kulihat jarum pendeknya menunjuk ke angka 4. Cahaya matahari tidak lagi terlihat semangatnya dalam memberikan sinarnya. Waktunya untuk pulang.
Sebulan berlalu.
Akhirnya memasuki bulan Januari. Cuaca semakin tak menentu dan tidak bisa diterka. Selalu sedia payung untuk mengantisipasi turunnya hujan. Aku sedang mempersiapkan perjalanku untuk ke luar kota untuk satu bulan penuh dalam misi kerjaku yang baru. Sebelum berangkat aku menyempatkan diriku mampir ke restoran favoritku. Duduk di kursi dekat jendela yang membuatku bisa melihat ke luar degan jelas. Kali ini aku tidak memesan jeruk nipis, karena perjalananku yang lumayan memakan beberapa jam perjalanan, aku memutuskan untuk memesan kopi hangat saja. Aroma kopi restoran ini sangatlah khas. Aku pun sangat menikmatinya. Aku melihat sekelilingku dan mulai berpikir untuk satu bulan aku tidak akan berkunjung ke sini. Hal yang biasa saja seharusnya, namun bagiku yang menghabiskan 5 hari dalam seminggu untuk selalu menyempatkan diri ke tempat favoritku ini sangatlah tidak biasa. Bukan hanya sajian makanan dan minumanna yang aku sudah kenal baik, akan tetapi staf dan pelayannya juga aku akrab dengan beberapa diantaranya. Suasananya pun sangat menenangkan, entah sesuatu apa yang membuat ku melepaskan semua penatku saat nerkunjung ke sini. Ah, rupanya tenggelam dalam lamunanku membuat kopiku dingin dan dengan segera kuhabiskan lalu bergegas pergi. Saat akan keluar aku berpapasan dengan sesosok laki-laki yang sepertinya pernah aku lihat. Kulihat ditangannya sebuah kartu berwarna biru turquoise yang tiba-tiba saja membuatku ingat pada kartu undangan berwarna sama yang saat itu aku dapatkan dan belum aku lihat hingga sekarang. Rupanya saat itu aku lupa memasukkan kartu itu ke dalam tasku. Dan keesokan harinya sudah pasti mejaku rapih dan bersih dari berkas-berkas hari sebelumnya. Entah mengapa perasaan ini sangat menggangguku. Rasa penasaranku menguasai pikiran. Aku sangat yakin kartu itu berwarna sama percis. Sebenarnya kartu apa itu. Berusaha menyingkirkan sejenak pikiran itu aku bergegas memulai perjalananku.
Dalam perjalanan aku terus memikirkan kejadian pagi tadi di restoran. Setelah satu jam perjalanan,ku pikir aku butuh untuk menjernihkan pikiranku. Lalu aku mampir pada sebuah sport center karena teringat akan adikku yang menginginkan kacamata renang baru. Terlihat sangat megah. Warna biru muda yang memenuhi bangunan tersebut sangat menyegarkan mata. Saat masuk, aku tak sengaja menabrak seorang wanita. Wanita itu memakai dress biru yang menawan dan sangat feminine. Sepatu haknya membuat ia terlihat lebih tinggi. Wajahnya cantik dan anggun. Tidak terlihat make-up yang berlebihan di wajahnya. Sadar dari lamunanku, dengan segera aku meminta maaf padanya. Lalu ia pun menyambut ku dengan sedikit tergesa-gesa, sepertinya ia hendak pergi ke suatu acara yang sangat penting. Terlihat dari raut wajahnya yang seakan mengatakan ‘demi apapun aku tidak ingin terlambat dalam acara besarku yang satu ini’. Dia pun segera meninggalkanku. Dari dalam ruangan aku masih memperhatikan wanita tadi. Aku merasakan aura yang menenangkan. Suaranya yang samar-samar terdengar saat itu membuatku merasa seperti tidak asing bagiku suara itu. Sambil mencoba mengingat-ngingat aku terus memandangi wanita yang berjalan tergesa-gesa itu. Betapa kagetnya aku, saat melihat tangannya memegang sesuatu. Sesuatu itu berwarna biru turquoise. Ah, mungkinkah itu kartu yang sama. Ingin sekali mengejarnya akan tetapi sudah tidak mungkin. Ia sudah masuk ke dalam mobil megahnya. Dan pergi.
Sejak saat itu aku masih tidak bisa menghapus rasa penasaranku akan kartu biru turquoise. Aku merasakan sesuatu yang telah aku lewatkan, sesuatu yang akan sangat berarti dalam hidupku. Pernah seminggu penuh aku tak henti-hentinya menanyakan keberadaan kartu itu pada yang biasa membantuku merapihkan berkas-berkas di mejaku. Akan tetapi tetap saja tidak ada yang ingat karena memang sudah sebulan sejak aku meninggalkan kota ini.
Suatu hari aku memiliki pekerjaan yang harus segera aku selesaikan, rupanya sangat banyak membutuhkan referensi. Ku ambil buku buku yang sekiranya dapat membantuku dari rak buku yang menjulang tinggi di pojokan ruang. Kuambil buku-buku itu dengan cepat. Tiba-tiba saja sesuatu terjatuh. Aku segera berhenti dan mencari yang terjatuh itu. Kutemukan selembar kartu biru turquoise. Dengan segera aku memungutnya lalu kubuka dengan tidak sabar isi dari kartu tersebut. Kubaca dengan perlahan dan teliti. Tiba-tiba saja air mata ini mulai menetes. Menetes dan terus menetes. Semakin deras hingga membasahi kartu biru turquoise dan membuat buram tulisan di dalamnya.
Sisi lain.
Sebuah ruangan yang dipenuhi dengan hiasan berwarna biru tirquoise terlihat sangat memukau setiap pengunjungnya. Entah seberapa penting arti warna tersebut hingga memenuhi setiap sudut ruangan. Orang-orang di ruangan terlihat semuanya penuh dengan muka bahagia. Sepertinya sangat asik membicarakan sesuatu. Seakan tidak pernah habisnya obrolan diantara pengunjung-pengunjung tersebut, sehingga tidak sekejap pun ruangan terdengar hening dari suara tawa dan canda. Di satu sisi dinding terpampang sebuah spanduk besar yang berisikan foto-foto. Terlihat di dalam foto-foto tersebut wajah-wajah yang jauh lebih muda dari orang-orang yang berada di ruangan saat itu. Dan terlihat di bawah foto foto tersebut kalimat yang bertuliskan "The most memorable, fantastic, and the funniest moment in our insane family".
Kamis, 24 Mei 2012
Just try it
Bismillahhirrahmanirrahim
Hellooo awesome may!
How's live?
Still afraid of failure? ah! I don't think so~
Hellooo awesome may!
How's live?
Still afraid of failure? ah! I don't think so~
Langganan:
Postingan (Atom)